Agendadu.org – Selain Soto ayam yang sudah cukup terkenal, Kota Lamongan juga ada menu kuliner lainnya yang tidak kalah lezatnya loh, Asem-Asem Bandeng, Yang juga menjadi salah satu suguhan di Istana Negara loh.

Beberapa kota di Jawa Timur punya masakan ikan yang sedap. Seperti Lamongan juga punya Asem-asem Bandeng yang khas dan unik. Tak seperti pindang bandeng Jawa Tengah, asem-asem bandeng lamongan berkuah kuning sedikit keriuh.

Rasanya asam segar, gurih dan sedikit pedas. Bumbunya juga sederhana. Seperti belimbing wuluh, tomat, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, lengkus, jahe, kunyit dan juga daun salam.

“Asem-asem Bandeng adalah salah satu masakan khas Lamongan, dan semoga asem-asem Bandeng ini bisa menembus istana,” kata bupati Lamongan, Fadeli saat membuka Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN) Menuju Istana di depan pendopo Lokananta, Selasa (7/8/2018).

Mengapa dipilih Asem-asem Bandeng? Fadeli menuturkan, selain karena masakan ini sudah menjadi masakan sehari-hari di Lamongan dan juga warung makan di Lamongan. Ia ingin lebih meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Lamongan. Dari total 128 ribu ton produksi ikan, baik budidaya maupun tangkap, sebanyak 52 ton ton diantaranya adalah dari ikan bandeng.

“Bandeng bahkan memiliki kandungan omega 3 yang lebih tinggi dibanding ikan salmon,” ungkap Fadeli.

Sementara, Lamongan menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Pulau Jawa yang ditunjuk mengikuti Roadshow Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN) Menuju Istana. Lamongan ditunjuk menjadi lokasi lomba di Jawa karena ada fakta unik tentang ikan di Lamongan.

Lamongan adalah daerah dengan produksi ikan tertinggi di Jawa Timur namun tingkat konsumsi ikannya masih tergolong rendah.

“Tingkat konsumsi ikan di Indonesia sebesar 47,3 perkilogram perkapita pertahun, sedangkan di Lamongan masih di angka 30 perkilogram perkapita pertahun,” kata Staf Ahli Kepresidenan, Arju Falah dalam sambutan pembukaan. Diharapkan konsumsi ikan, terutama di Kabupaten Lamongan akan naik dengan kegiatan semacam ini.

Data dari Pemkab Lamongan menyebutkan, tingkat konsumsi ikan Lamongan di tahun 2014 sebesar 34,47 kg per kapita per tahun. Kemudian naik menjadi 41,47 kg di tahun 2015, 44,83 kg di tahun 2016 dan naik menjadi 48,27 kg pada tahun 2017.

Ada dua menu wajib yang dilombakan dalam LMIN ini, yakni asem-asem bandeng dan menu olahan ikan lainnya. Dari kompetisi LMIN yang diikuti oleh 37 chef dan umum ini selanjutnya akan dipilih 10 peserta untuk mengikuti babak final di Istana Negara.

Artikel Terbaru Dari Agen Dadu Online

Apabila Anda memiliki komentar/pertanyaan, silahkan hubungi Costumer Service Kami 988Betlink.com melalui bantuan yang tersedia atau livechat langsung dengan kami.
BBM : D62477FB / DCD8D2AA
WA : 0812 9188 8808

Tags: , ,